Menurut Samin, prioritas itu dimaksudkan agar tidak ada lagi PTT yang pergi-pulang ke Ternate. Dengan demikian pula, kualitas pelayanan bisa lebih dirasakan masyarakat.

Selain itu, jika yang menjadi PTT adalah warga domisili asal tiga kecamatan terluar ini, maka mereka bisa ikut bersaing dalam seleksi PPPK.

“Kita berharap dengan berpihak kepada putra-putri yang ada di Batang Dua, Hiri, dan Moti, kedepan nanti mereka bisa bersaing untuk menjadi PPPK di wilayah itu, bukan lagi orang dari luar,” jelasnya.

Lanjut dia, untuk lowongan tenaga dokter PTT, Pemkot Ternate memberi kuota 1 dokter umum untuk Pulau Batang Dua, 1 dokter umum untuk Pulau Hiri dan 2 dokter umum untuk Pulau Moti.

Kabar baiknya, bagi tenaga dokter PTT yang nantinya bertugas di Hiri dan Moti akan menyesuaikan dengan gaji bulanan yang telah dinaikkan tahun ini.