Kapal yang dinakhodai Taksir Majid (40 tahun) itu memuat 10 ton solar. Kapal tenggelam sekira pukul 21.00 WIT usai dihantam ombak dan angin kencang.
Informasi yang dihimpun, Gerbang Rahmat bertolak dari Pelabuhan Imam Lastori Daruba pukul 18.55. Kapal naas itu hendak mengantarkan solar ke PLN Pulau Dagasuli di Kecamatan Loloda Kepulauan, Halmahera Utara.
Tenggelamnya Kapal bermuatan BBM jenis solar ini menyita perhatian akademisi Unipas.
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pasifik (Unipas) Morotai Iswandi Wahab menjelaskan, tenggelam solar 10 ton di sekitar Pulau Mitita tentunya sekarang ekologis akan mempengaruhi biota laut yang ada di sekitar perairan tersebut.
“Terlepas dari musibah yang menimpa kapal tersebut. Namun dampak musibah itu sangat mengganggu stabilitas perairan, baik tingkat konsentrasi air, kekeruhan dan pencemaran minyak. Biota-biota di sekitar perairan termasuk ikan akan terancam dengan tumpahan minyak begitu juga terumbu karang dan ikan spesifik lainnya misal hiu black tip,” ujar Iswandi.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.