Usman ketika diwawancarai mengaku ada pemotongan gaji terhadap staf desanya. Oleh sebab itu, pihaknya akan mengembalikan gaji yang dipotong itu.

“Saya selaku kepala desa untuk bertanggungjawab atas apa yang torang sudah sepakati. Jadi kalau memang warga atau kaur saya yang merasa dirinya dirugikan dengan adanya dong punya gaji itu saya tetap kembalikan,” ucap Usman.

Usman mengaku, dirinya mengetahui pemotongan gaji staf yang disampaikan staf khususnya. Hanya saja saat itu ia sedang berada di luar daerah sehingga tenaga ahli yang ditugaskan memimpin rapat tersebut.

“Itu menutupi (minus) jadi kita sama-sama musyawarah. Tapi saat itu saya juga tidak ada dan staf saya pak Habib Bandari yang memimpin, tapi ini kita sudah musyawarah internal,” jelasnya.

Ia pun mengaku siap mengembalikan gaji staf yang dipotong.