Ia bilang, agenda ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yaitu expert meeting yang dilaksanakan Sekretariat Wakil Presiden pada 5 Desember lalu tentang urgensi pembentukan regulasi untuk mendukung penetepan Jalur Rempah sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco tahun 2024.
“Hasil dari expert meeting tersebut ditindaklanjuti FGD bersama Pemerintah Provinsi, Kota Ternate dan Tidore yang difasilitasi Bank Indonesia,” tuturnya.
Pada FGD tersebut, Wali Kota Ternate memaparkan strategi kebijakan pembangunan ekonomi lokal, terutama mendorong sinergi dan kolaborasi program dalam mengembalikan kejayaan rempah nasional sebagai warisan dunia.
“Titik fokus Pemkot Ternate adalah bagaimana menginternalisasikan rempah terutama city branding dan kekuatan Ternate sebagai pangkal pokok cengkih dunia,” ujarnya.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara, yang diwakili Indra Gunawan, Deputi Kepala BI, memaparkan tentang peran stretegis dan perkembangan rempah nasional untuk mengembalikan kejayaan Maluku Utara.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.