Ia menambahkan, keuntungan 5 persen yang dijanjikan PT LII untuk daerah masih perlu dipertanyakan. Malut sendiri masih trauma dengan investasi yang bersifat naratif.

“Pertumbuhan ekonomi Malut 27 persen tahun ini karena ekspor nikel dan investasi tapi rakyat tak dapat apa-apa. Negeri kami tak berubah,” tandasnya.