“Kalau kita lihat secara umum seperti itu. Mudah-mudahan di Maluku Utara tidak tapi kita cermati beberapa kampus di Indonesia, kampus jadi salah satu karena relasi kuasa,” tandasnya.

Berikut data Simfoni angka kekerasan di Malut per 1 Januari hingga 31 Oktober 2022:

  • Halmahera Barat 55 korban
  • Halmahera Selatan 31 korban
  • Halmahera Tengah 2 korban
  • Halmahera Timur 4 korban
  • Halmahera Utara 35 korban
  • Kepulauan Sula 19 korban
  • Ternate 71 korban
  • Tidore Kepulauan 20 korban
  • Pulau Morotai 15 korban
  • Pulau Taliabu 11 korban
  • Total 263 korban.