“Kami berkeinginan agar ada tenaga kesehatan yang ditempatkan di desa kami, karena bangunan pustu sudah ada tetapi tidak ada satu pun tenaga kesehatan,” tandasnya.

Kepala Desa Laba Besar Farens Giop saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Menurutnya, persoalan ini sudah disampaikan ke pemerintah kecamatan saat musyawarah desa. Bahkan kepada Bupati James Uang juga pernah disampaikan saat meninjau pekerjaan jalan bulan lalu.

“Permintaan masyarakat seperti itu, dan saya sebagai kepala desa hanya menindaklanjuti keluhan dari masyarakat. Musdes juga sudah pernah diusulkan, dan ini saya mau berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Farens menambahkan, masyarakat hanya sakit biasa seperti demam pun harus dilarikan ke Kedi. Di mana jarak yang ditempuh terbilang sangat jauh.

“Selain jauh juga membutuhkan anggaran yang cukup besar. Biaya transportasi yang paling murah itu dari Rp 200 ribu – Rp 300 ribu,” pungkasnya.