Sabtu (29/10) pekan lalu, seorang petani asal Desa Gotowasi, Haltim, ditemukan meninggal dengan tubuh penuh luka bacok. Korban diserang orang tak dikenal di kebunnya.

Sudiono bilang, pola pembunuhan sama dengan kasus di kali Desa Waci, Maba Selatan, yang hingga saat ini belum juga diketahui motifnya seperti apa.

“Sehingga itu, dengan melihat kasus pembunuhan yang sering terjadi di  belantara Halmahera, yakni Halteng dan Haltim, adapun beberapa tuntututan yang menjadi sasaran massa aksi yakni mendesak agar Kapolri segera mencopot Kapolres Haltim dan Halteng karena dianggap gagal menyelesaikan kasus pembunuhan,” tegasnya.

“Dan juga meminta Kapolri segera membentuk timsus untuk melakukan penyisiran terhadap pelaku yang berada di hutan Haltim-Halteng. TNI, Polri, Pemda Haltim-Halteng, Gubernur agar dapat membuat pos pada titik rawan di Hutan Halmahera. Selain itu juga diharapkan agar ada perhatian khusus dari Presiden dengan adanya pembunuhan tersebut, serta meminta ke Kapolri agar dapat menginstruksikan ke Kapolda Malut untuk kasus pembunuhan ini jadi penanganan hukum prioritas,” imbuh Sudiono.

Jika tuntutan tersebut tidak diindahkan, sambungnya, massa aksi akan melakukan mosi ketidakpercayaan terhadap TNI-Polri dan kembali melakukan aksi besar-besaran.