Ketiganya menghidupkan kembali Ballroom di Menara Kuningan dengan cara mengundang para vendor pernikahan mulai dari katering, jasa dekorasi, fotografer hingga music and entertainment.
Di akhir sambutan, Florenxena mengatakan mereka optimis untuk menjadi pionir digital wedding bagi para calon pengantin.
“Kita ingin jadi pionir sebagai digital wedding. Maka dari itu, calon pengantin bisa menggunakan videotron sebagai pengganti dari dekorasi panggung,” tambahnya.
Sebagai pengusaha yang sudah lama malang melintang di dunia bisnis wedding organizer, Florenxena optimis ketiganya akan berkolaborasi dengan kesamaan visi-misi yang dimiliki.
“Perlu diketahui, Dewi adalah seorang pengusaha yang memiliki klien di tingkat internasional dengan keahlian pengelolaan gedung, sementara Zul Fahmi sekitar 80 persen kliennya tersebar di seluruh Indonesia. Dan, saya sendiri fokus di bidang Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Keahlian serta pengalaman yang kami miliki bisa dikatakan sebagai inovasi untuk menciptakan ketahanan ekonomi setelah dilanda pandemi kemarin,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.