Tandaseru — Beredarnya rekaman video pernyataan bernada rasis yang disampaikan Syamsul Rizal Hasdy akhirnya sampai ke Pengurus Kerukunan Keluarga Kepulauan Sangihe (KKKS) Provinsi Maluku Utara.
Video berdurasi 2,05 menit yang memuat beberapa penggal kalimat bernada rasis terhadap warga Suku Sangir yang ada di wilayah Oba, Kota Tidore Kepulauan itu dikecam oleh Pengurus KKKS Provinsi Maluku Utara.
Mirisnya, Syamsul yang diketahui ingin mencalonkan diri sebagai Wali Kota Tidore Kepulauan ini membuat pernyataan kontroversi secara terbuka pada acara silaturahmi bersama masyarakat Kelurahan Mareku, Kota Tidore Kepulauan, Jumat (23/9) malam.
Alih-alih mengkampanyekan rencana programnya sebagai bakal calon wali kota, Syamsul malah menyelipkan beberapa kalimat yang terkesan melecehkan warga Sangir yang ada di Wilayah Oba.
Rekaman video tersebut pun sontak viral di jagad maya, seperti di Facebook maupun grup WhatsApp.
“Jadi kalau mau kaco (kacau), mau keto (mabuk) dan lain-lain, di Oba. Mau kaco mau keto dan lain-lain jangan di Tidore pak, jangan di Tidore Bu, di Oba. Di sini (Tidore) negeri para auliya di sini negeri tarekat, di sini negeri adab, jangan kotori, kalau mau kotori sana di Sanger Sanger sana, di Oba sana,” terang Syamsul dengan nada lantang sebagaimana dikutip dari video yang beredar.
Mengenai masalah ini, Ketua KKKS Provinsi Maluku Utara, Abdul Hidayat mengaku pihaknya merasa sangat tersinggung. Apalagi setelah mengetahui bahwa Syamsul merupakan orang yang ingin mencalonkan diri sebagai Wali Kota Tidore Kepulauan.
“Calon pemimpin Kota Tidore Kepulauan kalau model seperti ini hendaknya jangan dipilih, karena tidak layak untuk dipilih. Pemimpin kita Tidore kepulauan di masa yang akan datang harus menjadi pemimpin semua suku dan semua komunitas yang hidup di Wilayah Kota Tidore Kepulauan,” jelas Abdul kepada tandaseru.com, Sabtu (24/9).


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.