Profesor Visser juga menampilkan film tentang pesta adat pasca panen padi di Sahu pada saat penelitiannya di tahun 1980-an yang merupakan salah satu warisan budaya Maluku Utara.
Pada penghujung acara ia memberi gambaran tentang keprihatinannya bagaimana generasi muda kurang peduli dan mengetahui tentang budaya lokal. Hal ini juga disebabkan keterbatasan data dan referensi mengingat sumber penelitian Maluku Utara itu sendiri sangat terbatas ataupun berbahasa asing.
“Hal ini tentunya bertujuan untuk menunjukkan kepada generasi muda Maluku Utara tentang identitas sejarah dan budayanya di masa lampau,” tuturnya.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unkhair dalam sambutannya sangat mengapresiasi kehadiran Profesor Visser di Fakultas Ilmu Budaya Unkhair.
“Saya berharap mahasiswa Ilmu Budaya bisa fokus mendengarkan kuliah Profesor Visser,” singkatnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.