“Era digital dipercaya akan mengalami perubahan yang fundamental, tanpa terkecuali dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia harus merujuk pada empat karakter belajar abad 21 yaitu berpikir kritis dan pemecahan masalah, kreatif dan inovasi, kolaborasi, dan komunikasi,” papar Nasrullah.

“Untuk itu dibutuhkan sosok pendidik yang terbuka, adaptif, dan akomodatif sekaligus mampu menciptakan atmosfir belajar yang menantang dalam membina karakter peserta didik. Untuk itu, dengan segala bentuk harap di kepala, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia melaksanakan seminar nasional tahun 2022,” sambungnya.

Dengan seminar ini, diharapkan dapat memperoleh ide atau gagasan segar dan penting, baik dari pakar pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, dosen dan guru-guru bahasa dan sastra Indonesia, serta para mahasiswa sebagai calon guru bahasa dan sastra Indonesia.

“Seminar nasional Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tahun 2022 pada hari ini dilaksanakan secara luring dan daring. Abstrak seminar yang telah diterima untuk diseminarkan hari ini ada sebanyak 23 pemakalah dengan total seluruh peserta lebih dari 76 orang,” pungkas Nasrullah.

Dekan FKIP Unkhair Dr. Abdu Mas’ud, M.Pd saat membuka seminar mengatakan FKIP berharap dengan diangkatnya topik ini dapat menyentuh mahasiswa dalam perkuliahan nanti.