Selain itu, pecahan ombak di bibir laut mengangkat butiran pasir yang memperpendek jarak pandang. Alhasil, jarak pandang penyelam tidak sampai setengah meter.

“Kami menghentikan penyelaman dan sementara kami menunggu cuaca untuk melakukan penyelaman kembali apabila cuaca sudah membaik,” kata Marjun.

Warga, sambungnya, juga mengusulkan menggali tumpukan pasir dengan alat berat. Sebab dikhawatirkan korban tertimbun pasir.

“Kami dibantu oleh warga. Namun hasilnya juga masih nihil, kemudian kami berkoordinasi ekskavator di perusahaan,” tandas Marjun.