“Dalam sebulan bisa capai Rp 3 juta sampai Rp 4 juta dan paling di bawah itu Rp 1 juta,” akunya.
Orang tua anak keenam dari 8 bersaudara ini telah mengetahui pekerjaan sampingan putra mereka. Kedua orang tua Ismail yang berprofesi sebagai petani ikut mendukung aktivitas jualan kopi kelilingnya.
“Alhamdulillah orang tua sudah tahu dan mereka punya respon baik-baik saja, mereka bilang bajual sudah yang penting halal. Planning saya ke depan dengan usaha ini semoga bisa lancar supaya bisa merekrut teman-teman yang masih pengangguran agar bisa mengurangi angka pengangguran,” cetusnya.
Ismail sendiri telah selesai mata kuliahnya di Unkhair. Tinggal menunggu wisuda.
Ia lantas berpesan kepada generasi muda di Maluku Utara untuk mau kreativitas.
“Jangan hanya minta sumbangan saat kegiatan sehingga tidak krisis ide. Saya punya pesan ke generasi itu satu saja, negara butuh bukan hanya kualitas tapi negara membutuhkan kreativitas anak muda untuk menopang kemajuan bangsa ini. Orang asing sampai mengelola kita punya Sumber Daya Alam karena tidak ada kreativitas anak muda,” tandasnya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.