Ismail biasanya berjualan sejak pukul 19.00 hingga pukul 01.00 WIT. Harga secangkir kopi dijual Rp 10 ribu.

Saat ditemui tandaseru.com, Rabu (27/7) malam, Ismail bercerita ia mulai berjualan kopi sejak.

“Motivasi awal itu, pernah di suatu kesempatan saya ke pelabuhan feri mau pulang Makian. Saya lihat ada orang tua berjualan kopi pakai termos. Dari situ saya berpikir kenapa saya tidak buat seperti ini? Mereka ada tangan dan kaki, bahkan sudah tua, tetapi bisa jualan. Sementara kita masih muda kenapa tidak bisa? Sehingga saya berjualan kopi,” tuturnya.

Pada 2017, Ismail lalu berjualan kopi di kampusnya. Aktivitas ini kemudian dipindahkan ke sebuah warkop di Kelurahan Sabia.

“Lalu pindah berjualan di Benteng Oranje dan di tahun 2019 baru jualan di Landmark Ternate sampai sekarang,” ujar Ismail.

Putra Kamarudin Hi. Syaban dan Rugaya Abe Dodou ini mengatakan, selama berjualan kopi keliling banyak menerima tanggapan positif maupun negatif.