Penjelasan yang berapi-api tentang kondisi politik Maluku Maluku yang dalam kebijakannya tidak begitu berpihak masyarakat Malut dijabarkan Dr. Kasman. Selain itu, daya pukul pemerintah dalam mendesain tawaran Malut pada pemerintah pusat masih melemah.
Ia membandingkan dengan Papua yang selalu saja memiliki dua perwakilan dalam kabinet kementerian negara. Sebab, Papua memiliki sumber daya alam (emas) yang besar maka perlu mendesain penawaran dan komitmen pada pemerintah pusat untuk kepentingan Papua.
Bagi Dr. Kasman, Maluku Utara juga harus mendesain hal demikian. Maluku Utara memiliki kekayaan sumber daya alam yang banyak yang memberikan kontribusi besar terhadap negara Indonesia.
Adapun dalam orasi politik tersebut, ia menyesalkan kebijakan-kebijakan pemerintah kabupaten/kota dan Provinsi Maluku Utara yang tidak peka terhadap kondisi pendidikan Maluku Utara.
Baginya, politik harus dijadikan instrumen dalam mengembangkan dan mengautkan mutu kualitas pendidikan generasi. Bukan sebagai alat mutasi guru yang berbeda pilihan politik.
Menurutnya, setiap tahun Pemerintah Malut harus memberikan peluang dan mendorong generasi Malut yang berkeinginan dan berkapasitas melanjutkan studi S2 dan S3. Sebab dengan mutu pendidikan yang kuat sebuah pembangunan daerah bisa lebih baik.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.