“Kadinkes kenapa tidak tahu proses pencairan, kok bisa terjadi? Uang miliaran kok Kadis Kesehatan tidak tahu? Ini gila sebenarnya, karena usulan itu dari Dinkes yang realisasi Rp 5,7 miliar,” kesalnya.

Saat itu, Ruslan tampak dengan nada keras mengecam tindakan Pemda Morotai yang dianggap tidak manusiawi menghargai tenaga vaksinator sebesar Rp 300 ribu.

“Nakes digaji hanya terima Rp 300 ribu, dana insentif tidak ada kejelasan padahal ada ratusan miliar dana Covid-19 di Morotai. Jawaban nggak ada duit ini jawaban model apa?” ujarnya.

“Dalam waktu dekat segera dibayar, saya tegaskan. Secara de facto ini perbuatan yang tidak terpuji, perbuatan yang tidak berperikemanusiaan, mereka berhujan-hujan, mereka putra-putri terbaik tapi dihargai seperti itu,” cetus Ruslan.

Sementara itu, Ketua DPRD Pulau Morotai Rusminto Pawane menyatakan jawaban dari semua persentase data OPD amburadul.

“Ini berbeda-beda jawabannya. Satu jawab lain, yang lain jawab lain,” tegas Rusminto.