Tandaseru — Ramadan di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, selalu diwarnai penjaja takjil. Tahun ini, kawasan Pasar CBD jadi pusat kuliner, takjil hingga makanan berat lainnya.
Pedagang buah dan beragam jenis es juga nyelip di tengah pesta kuliner itu.
Selama Ramadan, takjil mulai dijajakan sejak pukul 1 siang. Warga biasanya berburu takjil hingga pukul 6 sore alias jelang berbuka.
Nuraini, penjual sayur matang asal Desa Muhajirin, saat diwawancarai tandaseru.com mengaku sejak hari pertama Ramadan pendapatannya mencapai jutaan rupiah.
“Sayur acar paling laris dari jam 3 sudah habis. Lalu tempe campur, perkedel campur, sayur pare, dan lalampa, agar-agar dan ikan gohu,” kata dia, Senin(4/4).

Nuraini sendiri baru berjualan pukul 15.30. Namun pemasukannya tak kalah dari pedagang lain.
“Puasa pertama kemarin biasanya datang di lokasi CBD jam 1, tapi saya datang jam setengah 4 dapat Rp 1 juta,” tuturnya.
Kondisi ini berbeda dengan di luar bulan Ramadan. Paling buruk, Nuraini hanya mengantongi Rp 20 ribu dari hasil jualannya.
Meski begitu, ia mengungkapkan jika dihari biasa tak kujung mampu meraup hingga juta. Yang pernah ia alami sehari hanya mendapat Rp 20 ribu.
“Kalau hari biasa jualan banyak tapi satu hari cuma dapat Rp 200 ribu. Pernah dapat lebih parah, cuma Rp 20 ribu per hari. Bulan puasa ini alhamdulillah,” akunya.
Sementara Yanti, penjual kue asal Tanah Tinggi, mengungkapkan pada hari pertama puasa ia bisa meraup Rp 500 ribu.
“Jual donat, roti goreng, surabi, pisang coe dan banyak jenis kue yang saya jual. Kemarin puasa pertama saya dapat hampir Rp 500 ribu bajual dari jam 2 sampai jam 6 sore. Inshaa Allah hari ini bisa lebih,” ucapnya.
Sedangkan Dino, pedagang buah, mengatakan di bulan puasa ini buah impor tidak terlalu diminati. Yang paling laris justru buah lokal.
“Bulan puasa yang agak stabil dan meningkat kurma. Buah semangka, pepaya dan alpukat lokal yang paling laris diminati. Kalau yang impor-impor kurang begitu laku. Semangka yang paling laris 100 sampai 200 kilogram. Kemarin dapat Rp 3 juta, kalau hari biasa cuma Rp 500 ribu saja per hari. Alhamdulillah meningkat,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.