Ia juga menyesalkan ketidakpedulian BPCB dalam merawat tinggalan cagar budaya yang berumur ratusan tahun itu.
Sementara Ketua Program Studi Ilmu Sejarah Unkhair, Jainul Yusup,S.S.,M.Hum, berharap ada kepedulian dari Pemerintah Kota Ternate agar membuat jalan masuk untuk membuka keterisolasian ke benteng tersebut.
“Jalan setapak juga tidak masalah, dan juga pemugaran, sehingga ini menjadi wisata histori, karena Kota Ternate adalah kota sejarah, banyak sekali benteng ada di mana mana tapi tidak ada yang peduli. Batu-batu benteng diambil warga bangun fondasi rumah, tapi pemerintah diamkan saja, pura pura tidak tahu. Kalau aset-aset sejarah ini diperhatikan, banyak mendatangkan pendapatan. Pasti banyak kunjungan ke sana, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing,” pungkasnya.
Turut mengikuti kegiatan ini, Ketua Program Studi Ilmu Sejarah Unkhair Jainul Yusup, para dosen Dr. Nurachman Iriyanto, S.S.,M.A, Lucia Arter Lintang Gritantin, S.Hum.,M.A, Pheres Sunu Wijayengrono, S.S.,M.A., Junaib Umar, S.S.,M.Si, Ketua BEM FIB Unkhair, dan pengurus HMJ Ilmu Sejarah dan mahasiswa Ilmu Sejarah Unkhair.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.