“Kami menduga ada permainan di SPBU terkait dengan penjualan minyak jenis Pertalite dan Pertamax. Sopir sengaja tidak diberikan Pertalite padahal stok Pertalite di SPBU terlihat tetap normal. Ini adalah permainan SPBU agar Pertamax bisa laku,” bebernya.
Organda kemudian ditemui Sekretaris Daerah Halsel, Saiful Turuy. Sekda berjanji tuntutan Organda akan ditindaklanjuti dalam waktu dekat.
“Kami akan lakukan investigasi di lapangan dengan cara kami agar kami bisa mendapatkan informasi yang akurat di lapangan. Kalau investigasi dilakukan dengan cara terbuka seperti ini, maka tidak akan dapat menemukan oknum-oknum tersebut, karena bisa melalui WA atupun telepon mereka akan saling kontak sehingga kami tidak bisa menemukan pelaku pungli tersebut,” terangnya.
Sementara terkait portal di Kupal, lanjut Saiful, itu merupakan kebijakan dari Pemda dan merupakan akumulasi dari peraturan daerah. Namun besaran karcis masuk akan dipertimbangkan sesuai kemampuan masyarakat.
“Saya yakin di masa Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba ini tidak ada yang namanya pungutan liar. Itu hanya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, jadi kami harap kepada rekan-rekan Organda agar bersabar. Kami akan mencari tahu dan menindak tegas oknum-oknum tersebut,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.