Tandaseru — Sebagian besar lantai dua dan tiga bangunan pasar di Kota Ternate, Maluku Utara, tidak terisi pedagang.
Akibatnya, bangunan yang harusnya bisa memberi tambahan pendapatan asli daerah (PAD) terkesan terabaikan begitu saja.
Hal ini membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate mendapat teguran dari Komisi II DPRD.
Kepala Disperindag Kota Ternate Hasyim Yusuf pun mengaku telah didesak Komisi II terkait pemanfaatan kekosongan bangunan pasar ini.
“Kami diharapkan oleh Komisi II untuk memanfaatkan sumber potensi yang ada, terutama itu di lantai-lantai dua yang kosong itu. Kami diminta melaksanakan kegiatan menyampaikan ke pedagang untuk bisa naik,” ungkap Hasyim, Jumat (4/3).
Dijelaskan, sebagai langkah awal lantai dua bangunan pasar kosong yang lebih dulu diupayakan pemanfaatannya yakni pasar percontohan yang berada di arah barat pasar pisang Gamalama.
“Nanti lihat perjalanan dua minggu ke depan ini kita akan upayakan,” kata dia.
Disentil terkait bangunan lantai dua Pasar Bastiong, Hasyim pun mengaku bila bangunan pasar tersebut belum layak diisi pedagang. Pasalnya, bangunan baru Pasar Bastiong kondisinya kini cukup memprihatinkan akibat banyak kebocoran di atap bangunannya.
“Kami berikan pelayanan terbaik ke pedagang bilamana sarana itu mendukung begitu juga kita tarik retribusi pedagang juga senang. Tapi kalau kita punya sarana tidak mendukung terjadi bocor dan apa-apa mau tidak mau mereka turun dari situ,” tandasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.