Tandaseru — Sultan Tidore Husain Sjah mengukuhkan 8 perangkat adat Kesultanan Tidore, Jumat (25/2). Pengukuhan tersebut dilaksanakan di Kadato Kie Kesultanan Tidore, Maluku Utara.

Sultan usai pengukuhan menyatakan ke 8 perangkat adat tersebut menggantikan satu juriat sesuai marga masing-masing. Proses pengukuhan digelar karena pemangku jabatan sebelumnya telah mangkat.

“Jadi setelah berembuk dari keluarga masing-masing marga, barulah ditunjuk oleh mereka untuk menganggtikan posisi perangkat adat sebelumnya. Jadi proses (pengangkatan) perangkat adat memang langsung ditunjuk oleh marga masing-masing. Sebagai Sultan saya hanya melakukan pengukuhan saja. Intinya mereka itu jabatan marga, jadi dari keluarga menunjuk,” tuturnya.

“Beda lagi kalau jabatan seperti Jujao atau Tulamo, itu bukan jabatan marga. Melainkan diangkat berdasarkan profesionalitas dan intelektualitasnya,” sambung Sultan.

Untuk tugas dan fungsi dari perangkat adat tersebut, misalnya Fomanyira Jawa tugasnya memberikan pengetahuan tentang adat istiadat. Lalu jika ada kegiatan kesultanan bisa ambil peran dan kesetiaan pada kesultanan dan kadaton.

“Begitu juga dengan yang lainnya. Intinya mereka punya pengabdian terhadap kesultanan,” ujar Sultan yang juga Anggota DPD RI ini.

“Kami juga akan melakukan pengukuhan beberapa perangkat adat yang lain juga di bagian Halmahera itu sekitar bulan Juni dan satunya lagi di Kalaodi,” imbuhnya.

Jabatan perangkat adat, kata Sultan, biasanya dipegang seumur hidup. Kecuali ada pelanggaran adat yang dilakukan dan tidak bisa ditoleransi, maka harus diberhentikan dan digantikan orang lain dari marga yang sama.

“Jadi pada substansinya (jabatan) fomanyira tersebut adalah rasa pengabdian terhadap kesultanan,” pungkasnya.

Berikut nama-nama perangkat adat yang dikukuhkan Sultan Tidore:

  • Harun H. Abdullah sebagai Kepala Bangsa
  • Alwi Alting sebagai Jodati Ngofa
  • Syahril Abdullah sebagai Kiemalaha Sinode
  • Yunus Musa sebagai Kiemalaha Soakonora
  • Armand Abd Latif sebagai Fomanyira Dikitobo
  • H. Jainudin Laha sebagai Fomanyira Tusuma
  • Samsi Ali sebagai Fomanyira Sosaleh
  • Yunus Taher sebagai Fomanyira Jawa.