Tandaseru — Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, menyambut baik langkah Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang memilih Halbar sebagai lokus proyek perhutanan sosial.

Dukungan ini disampaikan Bupati James Uang dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum, Deny Kasim, saat membuka Sosialisasi Penguatan Perhutanan Sosial (Strengthening Social Forestry/SSD) di D’Hoek Palace Desa Hatebicara Kecamatan Jailolo, Jumat (17/12).

“Bagi kami proyek penguatan perhutanan ini merupakan bentuk nyata dari kehadiran negara dalam melindungi segenap bangsa Indonesia dan memberi kesejahteraan bagi masyarakat,” ucap Deny.

Bupati juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Maluku Utara-Papua yang telah mendukung sepenuhnya program ini.

“Harapan nantinya kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengelola hutan sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, khususnya di Halmahera Barat.”

Sementara sambutan Dirjen PSKL KLHK Bambang Supriyanto yang dibacakan Direktur Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial, Syafda Roswandi, menyatakan Program Perhutanan Sosial ini merupakan salah satu pengejawantahan dari Program Prioritas Pembangunan Nasional, yaitu dalam rangka peningkatan ketahanan pangan, pengembangan wilayah, kualitas sumber daya manusia dan kualitas lingkungan.

“Sejak diluncurkan melalui regional meeting bulan September yang lalu, proyek SSF ini telah melaksanakan berbagai kegiatan demi mewujudkan tujuan tersebut di atas. Khusus di Kabupaten Halmahera Barat, beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi antara lain pelatihan para pendamping masyarakat dan pada bulan november telah dilaksanakan coaching clinic,” jelasnya.