Tahun 2016, saat Musyawarah Wilayah II MW KAHMI Maluku Utara digelar, Naid dan beberapa teman sesama alumni HMI dipercayakan sebagai Presidium MW KAHMI Maluku Utara Periode 2016-2021, yang dalam waktu dekat akan melaksanakan Muswil III.
Periode kedua inipun dilalui Naid dengan baik. Konstituen masih terus dirawat. Apapun kondisinya, tatkala ada yang menemuinya, Naid selalu melayani dengan santun. Sikapnya yang low profile dan peduli, mengantarkannya kembali pada posisi sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku Utara untuk periode ketiga, 2019-2024. Kali ini, Naid dipercayakan partainya sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara. Tiga periode sebagai wakil rakyat, sekali lagi tak membuat Naid menjadi angkuh. Sebaliknya, Naid tetap dengan kehidupannya: menyelam, mengurus komunitas, bermain futsal, mengolah suara, mengajar, dan tentu memimpin sidang-sidang di DPRD Provinsi Maluku Utara.
Kisruh Partai Demokrat beberapa waktu, Naid tetap konsisten tak memasuki wilayah gaduh. Mengawal jalannya partai sebagai pelaksana tugas Sekretaris Partai Demokrat. Pengalamannya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat pada periode singkat 2012-2014 cukup memberinya nutrisi untuk mengelola partai berlambang bintang mercy. Naid paham apa yang disitir Hannah Arendt, pada awal tulisan ini, bahwa kekusaan itu harus tegak bersama kelompok, bukan perorangan. Dan, beberapa hari lalu, sebuah media online mengabarkan: Naid siap bertarung dalam Musda Partai Demokrat Maluku Utara pada Desember nanti. Ini seolah sinyal untuk mengembalikan memori, pengalaman, dan daya tarung ketika Konferensi HMI Cabang Manado di tahun 1993. Sebagai sahabat, tulisan ini merupakan bentuk apresiasi untuk memberikan obligasi moral, agar langkah tak surut untuk terus maju. Inilah saatnya zeitgeist yang harus diambil Naid.(*)




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.