Tandaseru — Komisi I DPRD Kota Ternate, Maluku Utara, melakukan reses di Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan untuk konsultasi terkait pengelolaan transportasi.

Wakil Ketua Komisi I, Zainul Rahman, ketika diwawancarai Kamis (25/11) mengatakan dalam momentum reses ini DPRD dan BPTD berbagi informasi dan diskusi terkait kepentingan transportasi di wilayah Kota ternate pada umumnya dan khususnya di Kecamatan Pulau Ternate, Ternate Barat, Moti, Hiri dan Batang Dua.

Berdasarkan reses tersebut, politikus Partai Demokrat ini meminta Pemerintah Kota Ternate bekerjasama dengan BPTD dalam membangun transportasi yang lebih baik terutama di wilayah terluar.

“Karena BPTD sendiri urusannya pelabuhan penyeberangan, hanya feri dan perintis. Untuk itu kita tetap koordinasi hari ini merupakan penyeberangan seperti Ternate-Batang Dua dan sebaliknya, agar ada kelancaran masyarakat di sana dalam melaksanakan aktivitas terutama yang menunjang ekonomi setempat,” ungkapnya.

Di Batang Dua, ujar Zainul, jika kondisi cuaca buruk maka penyeberangan tak bisa dilakukan. Padahal petani dan nelayan harus menjual hasil tangkap dan panen mereka.

“Ini sangat disayangkan dan dapat merugikan para nelayan dan petani tersebut. Hal ini terjadi karena penyeberangan Batang Dua-Ternate memiliki armada pelayaran yang kecil, sehingga jika cuaca buruk kapal tidak bisa berlayar. Maka hal ini yang kita dorong agar dapat diganti dengan transportasi yang agak besar, dan meskipun cuaca buruk masih dapat melakukan penyeberangan,” jelasnya.

“Butuh kerja sama dan komunikasi yang lebih intens lagi dengan semua pihak terkait transportasi tersebut,” tandas Zainul.