Tandaseru — Polsek Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara, sedang mengusut dugaan prostitusi online lewat aplikasi MiChat di Ternate.
Dugaan bisnis lendir itu mencuat setelah sembilan ABG terjaring operasi razia Satpol PP di kamar sebuah losmen di Kota Ternate, Senin (8/11).
Kanit Reskrim Polsek Ternate Utara, IPDA Jeremy Theo kepada tandaseru.com mengatakan, selain sembilan orang ABG, satu resepsionis losmen ikut diamankan.
Oknum resepsionis berinisial X ini dalam keterangannya diketahui turut membantu transaksi prostitusi online.
“Jadi ketika ada tamu datang dan menanyakan apakah ada perempuan maka X ini mengarahkan ada satu orang yang memang sudah siap sedia,” terang Jeremy.
Hasil transaksi bisnis haram tersebut, X bisa meraup fee senilai Rp 50 ribu dari satu kamar yang disewa.
Atas keterlibatannya ini, X langsung diserahkan ke penyidik untuk diambil keterangan atau Berita Acara Pemeriksaan (BAP) guna penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, sembilan ABG yang tidak dipublis identitasnya ini saat razia ditemukan di dua kamar terpisah.
Di mana, ada satu perempuan dan satu laki-laki di dalam satu kamar, dan lima perempuan bersama dua laki-laki di kamar lainnya.
Meski tidak tertangkap basah melakukan persetubuhan, lanjut Jeremy, para ABG ini diduga terlibat prostitusi online.
“Dugaan sementara tetap ada, karena yang kami yakini mereka semua menggunakan aplikasi MiChat dan beberapa transaksi sudah jelas, dan dari dalam dompet kita temukan sejumlah uang sebanyak Rp 1 juta lebih,” ungkapnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.