“Saya sudah hubungi saya punya dokter itu. Kalau dilihat tidak ada penyakit jantung. Mereka (dokter, red) sudah konfirmasi ke rumah sakit umum lagi kan, karena sempat dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

“Kami sangat sayangkan kalau katakan tim kami memaksakan (vaksinasi) itu. Kalau kami vaksinasi berdasarkan hasil screening dan dari Kementerian Kesehatan. Ada berkas screening juga di puskesmas. Untuk almarhum normal,” sambungnya.

Sementara Direktur RSUD Morotai, dr. Intan Imelda Engelbert Tan, yang dikonfirmasi mengaku saat itu dirinya belum menjabat sebagai direktur rumah sakit.

“Lebih baik konfirmasi ke Dokter Tony (mantan Dirut RSUD, red),” kata dia.

Tandaseru.com pun mengonfirmasi mantan Direktur RSUD dr. Novindra Humbas yang kini menjabat Sekretaris Dinas Kesehatan Morotai. Novindra menjelaskan, tidak dibenarkan jika memvonis seseorang meninggal karena vaksinasi.

“Biasanya kalau ada pasien yang masuk di RSUD bisa lihat data-data medisnya. Kalau dibilang meninggal karena vaksin, agak susah, karena kan vaksin yang disuntik itu kan virus yang sudah dimatikan. Jadi kalau sudah dimatikan, tidak mungkin bisa membuat gejala sakit untuk penerima,” terangnya.

Novindra bilang, biasanya gejala yang dialami setelah vaksinasi merupakan dampak dari respon imun tubuh. Terkadang ada gejala demam, kadang tdak ada gejala sama sekali.

“Vaksinasi itu sama halnya dengan imunisasi. Bisa kita lihat imunisasi pada bayi biasanya dari 10 bayi yang diimunisasi, pasti ada 1 bayi yang mengalami gejala panas atau demam,” tukasnya.

Ia menambahkan, kemungkinan mendiang Esti memiliki kelainan jantung, namun saat dilakukan screening belum ada masalah atau keluhan terkait jantung.

“Atau mungkin tiga empat hari kemudian tiba-tiba dia ada jantungnya bermasalah,” ucapnya.

Disentil soal status mendiang yang positif Covid-19, Novindra mengaku tak bisa memastikan.

“Saya juga belum tahu pokoknya kalau orang itu positif Covid-19. Apabila PCR keluar hasilnya positif ya baru positif. Kalau belum ada hasil, berarti cuma suspek, apalagi kalau baru di IGD. Kalau di IGD mungkin cuma di-rapid test saja belum dilakukan swab PCR jadi saya belum bisa menyimpulkan Covid-19,” pungkasnya.