Tandaseru — Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, tahun ini mendapat kuota pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) untuk tenaga guru honorer daerah (honda) sebanyak 583.
Namun sayangnya, jumlah peminat seleksi ini masih sangat kurang. Padahal hari ini adalah hari terakhir pendaftaran.
Sekretaris Daerah Haltim, Ricki Ch. Richfat mengatakan, sampai saat ini yang mendaftar baru 200 orang. Sementara yang telah diverifikasi lengkap sebanyak 115 orang.
“Sekarang ini sudah honorer daerah punya kesempatan bersaing pada tes PPPK kali ini. Kalau mereka tidak memanfatan kesempatan ini akan susah juga bagi mereka untuk ke depannya. Karena pada tahun 2023 honor daerah akan dihapus,” ungkapnya, Senin (26/7).
Ia memastikan, 115 orang yang berkasnya sudah terverifikasi lengkap akan lulus semuanya. Sedangkan sisa kuota yang tidak ada pendaftarnya akan terhapus.
“Karena itu sangat disayangkan jika kesempatan kali ini disia-siakan. Kira-kira tahap selanjutnya yang sisa kuotanya terhapus kita akan apakan?” cetusnya.
Ricky mengaku jauh-jauh hari sudah berasumsi honorer yang ada di Haltim berkisar 1.600 orang. Jika semuanya ikut dan yang lulus 400 orang maka sisa tenaga honorer tingal 1.200.
“Maka akan semakin berkurang beban anggaran daerah apabila honorer daerah sudah menjadi PPPK. Sehingga anggaran honorer daerah tersebut bisa kita alih fungsikan ke pembangunan infrastruktur. Untuk anggaran per tahunnya yang dibayarkan oleh Pemda Haltim untuk honorer daerah sebesar Rp 30 miliar,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Haltim, Beny Sutarman mengatakan, tenaga honorer yang berkeinginan ikut tes PPPK sebagian besar terkendala ijazah terakhir yang hanya D2 dan D3. Sementara yang berijazah S1 bukan S1 Pendidikan.
“Karena yang diminta harus ijazah S1 Pendidikan, sementara honorer yang ada ini banyak yang sampai pada D2, D3 dan S1-nya bukan S1 Pendidikan,” terangnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.