Saat ini kita tengah berada di pusaran hegemoni media, revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), yang tidak hanya menghadirkan sejumlah kemudahan dan kenyamanan hidup bagi manusia modern, tetapi juga mengundang serentetan persoalan dan kekhawatiran. Contoh kecilnya, penemuan televisi, komputer, dan handphone telah mengakibatkan sebagian masyarakat kita, terutama remaja dan anak-anak, terlena dengan dunia layar. Layar kemudian menjadi teman setia.

Hampir setiap bangun tidur menekan tombol televisi untuk melihat layar, mengisi waktu luang dengan menekan tombol handphone untuk ber-SMS ria, main game, atau Facebook-an. Akibatnya, hubungan antar-anggota keluarga menjadi renggang. Ini menunjukkan bahwa teknologi layar mampu membius sebagian besar remaja dan anak-anak untuk tunduk pada layar dan mengabaikan aktivitas mereka sebagai pelajar.

Hal ini tentu harus dijadikan sebagai pembelajaran bagi orang tua, karena pendidikan dasar sebaiknya diberikan sejak usia kanak-kanak atau biasa disebut oleh para ahli psikologi sebagai usia emas, karena usia ini terbukti sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Keluarga merupakan tempat membentuk kepribadian anak yang pertama dan utama karena pertama, keluarga merupakan pihak yang paling awal memberikan perlakuan pendidikan terhadap anak.

Kedua, sebagian besar waktu anak sering dihabiskan berada dalam lingkungan keluarga. Ketiga, hubungan orang tua-anak bersifat erat sehingga memiliki kekuatan yang lebih daripada hubungan anak dengan yang lain. Keempat, interaksi antara orang tua dan anak yang sifatnya alami sehingga sangat kondusif untuk membangun atau membentuk kepribadian anak.

Keluarga (orang tua) menjadi wahana untuk mendidik, mengasuh, dan mensosialisasikan sesuatu pada anak, mengembangkan kemampuan seluruh anggotanya agar dapat menjalankan fungsinya di masyarakat dengan baik, serta memberikan kepuasan dan lingkungan yang sehat  guna tercapainya keluarga sejahtera. Keluarga merupakan aspek penting untuk menanamkan nilai-nilai luhur serta membentuk kepribadian anak sehingga menjadi lebih baik.(*)