Tandaseru — Duta Kreator Indonesia (DKI) menggelar Temu Wicara Seniman dan Budayawan Maluku Utara, Sabtu (30/1). Event bertemakan “Kolaborasi Merawat Warisan Budaya Moloku Kie Raha” itu digelar di Royal Restaurant’s Function Hall Ternate dan dipandu Project Leader Thamrin Ali Ibrahim.

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Direktur Pamobvit Polda Maluku Utara yang mewakili Kapolda, Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, Kepala Dinas Pariwisata Maluku Utara serta 62 orang peserta kegiatan dari berbagai unsur.

Gubernur Maluku Utara yang diwakili Sekretaris Daerah Samsuddin Abd. Kadir menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Temu Wicara Seniman dan Budayawan Maluku Utara tersebut.

Dalam sambutannya, Sekda menuturkan, amanat Undang-undang Pemajuan Kebudayaan menempatkan kebudayaan sebagai haluan pembangunan nasional. Karena mencakup segenap sistem kehidupan sosial di Indonesia, kebudayaan sepantasnya ditempatkan sebagai garda terdepan dalam kehidupan berbangsa.

Sebagian tokoh yang hadir dalam Temu Wicara Seniman dan Budayawan Malut yang digagas Duta Kreator Indonesia. (Istimewa)

“Kebudayaan semestinya tidak dipandang sebagai salah satu sektor pembangunan, tapi justru sebagai tujuan dari semua sektor pembangunan,” tuturnya.

Selain sebagai tujuan, kebudayaan merupakan pondasi pembangunan. Kebudayaan mendorong pembangunan dengan cara membentuk mentalitas dan wawasan masyarakat yang diperlukan bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi.

“Kebudayaan juga memberdayakan pembangunan, karena menghadirkan sikap dan perspektif yang mengutamakan keselarasan antara manusia dan lingkungannya,” sambung Sekda.

Ia juga menjelaskan bahwa perkembangan kebudayaan tak bisa dipisahkan dari perkembangan masyarakatnya. UU Pemajuan Kebudayaan menempatkan masyarakat sebagai pemilik dan penggerak kebudayaan nasional.

Masyarakat sebagai pelaku aktif kebudayaan, dari tingkat komunitas sampai industri, adalah pihak yang paling akrab dan paling paham tentang kebutuhan dan tantangan untuk memajukan ekosistem kebudayaan.

“Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan Temu Seniman dan Budayawan saat ini. Kegiatan hari ini merupakan sebuah momentum penting untuk menjaga eksistensi kelestarian budaya Maluku Utara di masa yang akan datang. Hari ini semua komponen yang terkait, pemerintah sebagai pemangku kebijakan, kesultanan, para tokoh masyarakat, seniman, budayawan, pemerhati seni dan budaya dan  seluruh stakeholder duduk bersama menyatukan ide dan gagasan dalam kerangka besar menjaga kelestarian warisan budaya Maluku Utara. Saya sepakat bahwa hal ini harus mendapatkan perhatian dari kita semua,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, melalui Sekda Gubernur berharap momentum ini akan menjadi cikal bakal lahirnya sebuah wadah yang kelak nantinya akan menjadi mitra pemerintah dalam memberikan rekomendasi terkait kebijakan pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan di Maluku Utara sebagai wujud implementasi dari rasa tanggung jawab masyarakat dan Pemerintah Daerah terhadap eksistensi dan kelestariaan warisan budaya Moloku Kie Raha di masa mendatang.

“Mari kita jadikan momentum hari ini sebagai pembangkit motivasi untuk membangun daerah ini, agar tatanan kehidupan masyarakat dalam bingkai adat seatorang di hari esok lebih baik daripada hari ini. Dan inilah wujud dari sebuah bentuk edukasi cinta terhadap budaya warisan leluhur kita,” tandasnya.