Tandaseru — Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pasifik (Unipas) Pulau Morotai, Maluku Utara membuat produk olahan ikan menjadi camilan kerupuk khas Morotai. Pembuatan produk ini adalah bagian dari Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) yang merupakan agenda stimulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kegiatan simulasi pembuatan prodak lokal berupa kamplang ini merupakan kerja sama Kelompok PHP2D FPIK Unipas dengan UMKM Mitra Usaha Momojiu di Desa Momojiu, Kecamatan Morotai Selatan. Simulasi tersebut sudah dimulai sejak awal November lalu.

Koordinator Pelaksanaan Kegiatan Iswandi Wahab mengungkapkan, setelah melakukan simulasi, mahasiswa melakukan pendampingan terhadap sejumlah mitra usaha Momojiu dan masyarakat binaan untuk sosialisasi.

“Awalnya kita lakukan proses uji coba untuk melihat hasil dengan takaran dan perlakuan masak yang berbeda. Setelah itu kita mengambil satu sampel terbaik untuk ditetapkan menjadi produk yang digunakan,” katanya, Selasa (1/12).

Iswandi bilang, dalam pelaksanaan awal sosialisasi sampai proses pelatihan dan monitoring melibatkan satu dosen pembina dari FPIK, 10 mahasiswa dan mitra usaha Momojiu sebanyak 15 orang.

“Dalam pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan dari perangkat desa tersebut, dan para mitra Desa Momojiu ini sangat semangat belajar dalam mengolah produk lokal menjadi camilan khas Morotai tersebut,” jelasnya.

Hasil olahan camilan ikan tuna yang dibuat mahasiswa FPIK Unipas dan mitra usaha Momojiu. (Istimewa)

Saat ini, produk kerupuk kamplang ini dalam proses produksi dan direncanakan sehari bisa memproduksi 100 kemasan.

“Karena ini merupakan program pemberdayaan desa jadi dapat respon sangat baik, sementara untuk pasar sendiri dari pihak kampus juga membantu,” akunya.

Iswandi menuturkan, untuk saat ini kemitraan UMKM ini masih terus dibina dalam pengembangan produk lokal. Pihaknya juga tengah menunggu perizinan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan dan pengurusan label halal produk.

“Kita berharap ini merupakan produk lokal yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Morotai,” pungkasnya.