Tandaseru — Debat publik pasangan calon kepala daerah Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara disiarkan melalui Kompas TV, Minggu (8/11) sore. Dalam debat tersebut, paslon Frans Manery-Muchlis Tapi Tapi (FM MANTAP) dan Joel B. Wogono-Said Bajak (JOS) memaparkan visi dan misi serta menjawab sejumlah pertanyaan yang telah disiapkan panelis.
Debat yang diprakarsai Komisi Pemilihan Umum Halut selaku penyelenggara ini berjalan aman dan lancar dengan menegakkan protokol Covid-19.
Ketua KPU Halut M. Risal mengatakan, sejak tahapan kampanye dimulai pada 26 September hingga saat ini telah berlangsung 43 hari. Itu berarti, kurang lebih sebulan lagi masyarakat Halut sudah akan memilih calon pemimpinnya.
Empat tahapan yang telah dilaksanakan KPU sejauh ini berjalan dengan lancar sesuai target. KPU pun memberikan apresiasi kepada TNI-Polri, Pemerintah Daerah dan Bawaslu serta jajarannya yang telah bekerjasama mengawal jalannya tahapan Pilkada.
“Dimana proses tahapan pelaksanaan hingga saat ini berjalan dengan baik,” ucap Rizal.
Rizal berharap, penyampaian visi dan misi paslon dapat disimak pemilih. Dengan begitu pemilih bisa memilih dengan objektif.
Strategi penanganan Covid-19 juga menjadi hal penting dalam debat. Sebab pandemi masih terus berlangsung sehingga prioritas dalam pelaksanaan Pilkada menggunakan standar kesehatan penanganan Covid-19.
“Argumentasi Pemda tetap menjalankan Pilkada. Selain itu dalam pencegahan Covid-19 terutama protokol tetap diterapkan. Saya berharap kita orang pertama dalam Pilkada dan berharap peran seluruh stakeholders termasuk masyarakat dalam menentukan pilihan,” jelasnya.
Juri Bicara Tim Pemenangan JOS Suwito usai menyaksikan debat mengatakan, paslon nomor urut 2 itu cukup maksimal dan menguasai materi. Meski begitu, dia mengakui penyampaian secara lisan kadang kurang fokus karena paslon penantang petahana ini merupakan pendatang baru. Namun cabup Joel mampu menjawab hal-hal yang ditanyakan paslon 01 maupun panelis.
“Yang disampaikan paslon 01 bahwa indikator kegagalan soal kemiskinan awal 2016 sampai terakhir 2019 naik, alasannya bukan pandemi Covid-19 karena pandemi baru terjadi di tahun 2020. Jangan beralasan kemiskinan faktor dari Covid-19,” tukasnya.
Ketua Tim Pemenangan JOS Irfan Soekoenay menyebutkan, kualitas kedua paslon cukup baik dan masyarakat jelas sudah mendengar penyampaian dalam debat. Karena itu, masyarakat dipersilahkan memilih sesuai hati nuraninya. “Kami tetap optimis memenangkan Pilkada Halut tahun 2020. Silahkan masyarakat menentukan pilihannya masing-masing,” tambah Irfan.
Terpisah, Ketua Partai Gerindra Halut Arifin Abdurahim yang juga Tim Pemenangan FM MANTAP mengatakan, penyampaian kedua belah pihak cukup berimbang. Namun dalam komunikasi paslon petahana lebih menguasai visi-misi.
“Kalau kita lihat penyampaian sama sesuai dengan visi-misi. Ada perbedaan dalam perdebatan dan 02 menyerang paslon nomor 1. Kita melihat paslon 01 sangat tenang dan kami melihat ini keunggulan beliau. Sementara program yang disampaikan sudah diset, karena paslon 02 dilihat tidak menguasai konteks. Kedua paslon berimbang namun komunikasinya paslon nomor 01 lebih tenang dan 02 lebih kaku. Perdebatan wakil saya sesalkan paslon 02 menyerang organisasi dalam hal ini pemerintahan dan menyatakan Pemda gagal,” ujarnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.