“Misalnya dalam keluarga penerima PKH anaknya sudah lulus SMA maka penerima itu dengan sendirinya hilang, tidak masuk lagi hingga data menjadi 5.124. Saat ini penerima di Halbar sebanyak 5.864 PKM di delapan kecamatan dengan total anggaran dari Pempus ke masing-masing penerima dari tahap 1 dan tahap 2 Rp 13 miliar lebih. Pada tahap 4 pasti akan terjadi perubahan data lagi,” aku Rudy.
Rudy bilang, pernyataan Cabup petahana tersebut keliru, sebab PKH adalah murni kebijakan pempus.
“Tidak ada lobi-lobi, seperti BSB (Bantuan Sosial Beras) itu dari Sabang sampai Merauke dengan jumlah penerima KPM 10 juta jiwa itu semua menerima beras 45 kilo sama, jadi kami meluruskan saja,” terangnya.
“Kalau kami melihat keberhasilan Danny Missy khusus dalam sektor PKH, harusnya dilihat dari segi dukungan Pemda Halbar terhadap PKH sebelum beliau, program ini sudah ada. Bahkan yang disebutkan dalam kampanye bahwa 2017 hanya 300 KPM itu keliru sebab 2017 itu datanya 5.000 sekian untuk di Halbar,” sambung Rudy.
Dia juga meminta siapapun pasangan calon kepala daerah yang terpilih nanti agar bisa mendukung program pusat ini sebagaimana Surat Keputusan (SK) Kemensos dengan dukungan dana sharing minimal 5 persen.
“Saat ini kami sedang pemutakhiran data juga ada SKB tiga Menteri yakni Kementerian Dalam Negeri, Kemenkeu, Kemensos. Tujuannya supaya daerah mendukung program-program dari pusat,” pungkas Rudy.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.