Tandaseru — Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate nomor urut 1 Merlisa Marsaoly dan Juhdi Taslim (MAJU) saat menggelar kampanye meminta pejabat di lingkungan Pemerintah Kota tak menekan ASN saat menggunakan hak suaranya.
Hal ini disampaikan Merlisa saat memaparkan orasi politiknya di Kelurahan Ubo-Ubo, Rabu (30/9) malam.
Merlisa bilang, ASN harus menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai abdi negara, bukan sebaliknya menjadi abdi politik atasan.
“Mulai dari kepala dinas, camat dan lurah jangan menekan masyarakat. Biarlah masyarakat yang menentukan pilihannya,” katanya.
Menurutnya, ke depan siapapun yang menjadi wali kota harus memberikan kebebasan hak berpolitik terhadap masyarakat.
“Barangsiapa yang menjadi wali kota di 2020 nanti adalah wali kota yang dipilih oleh masyarakat kota Ternate. Bukan dipilih berdasarkan atas tekanan, karena ASN harus kembali pada tugasnya sebagai abdi negara, bukan sebagai abdi politik,” tegasnya.
Lebuh lanjut dia bilang, ASN harus menjalankan fungsi-fungsi pemerintahannya dan pelayanan kepada masyarakat.
“Bukan mengintervensi hak masyarakat dalam berdemokrasi, biarlah masyarakat yang memilih siapa wali kota yang pantas dalam memimpin Kota Ternate,” tuturnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.