Tandaseru — Ratusan warga Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate, Maluku Utara menggelar unjuk rasa di kantor wali kota, Rabu (26/8). Mereka memprotes Pemerintah Kota yang tak kunjung membangun Pelabuhan Penyeberangan dari Ternate menuju Hiri.

Ketidakseriusan Pemkot membangun dermaga membuat warga yang hendak menyeberang ke Hiri harus berbasah ria lantaran harus turun ke laut sebelum naik motor laut.

Dalam aksi tersebut, warga mengawalinya dengan tarian soya-soya. Tak lama kemudian terjadi tarik menarik antara massa aksi dengan aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Koordinator Aksi Wawan Ilyas dalam orasinya menyatakan, dermaga penyeberangan Ternate – Hiri sudah cukup lama tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Ternate,

“Wali Kota sudah memasuki 10 tahun menjadi Wali Kota tapi tidak menanggapi aspirasi kita,” teriak Wawan.

Kondisi fasilitas dermaga ke pulau hiri. (Istimewa)

Mewakili warga lain, Wawan mendesak untuk bertemu Wali Kota Burhan Abdurahman. Sebab warga hendak membicarakan persoalan dermaga penyeberangan Hiri yang tidak kunjung selesai tersebut.

“Kita akan paksakan DPRD dan Wali Kota agar menerima kedatangan kita,” ungkapnya.

Wawan bilang, saat mencalonkan diri untuk periode kedua, Wali Kota Burhan mendatangi warga Hiri dan minta dukungan. Namun setelah terpilih, Wali Kota lupa janji-janji yang pernah disampaikan 5 tahun lalu.

“Dan ini memasuki tahun ke-10 dermaga penyeberangan Hiri belum juga dapat dibenahi. Periode pertama Burhan Abdurahman basio-sio orang Hiri dukung pe dia, namun hari ini Hiri pe dermaga spanggal saja dia tara bisa bikin,” ujarnya kesal.

Dalam poin-poin tuntutannya, massa aksi meminta anggaran pembangunan dermaga dipastikan dalam pembahasan APBD, mendesak Pemkot segera membangun dermaga di Pantai Hao Madaha Kelurahan Sulamadaha sebelum Pemilihan Wali Kota 2020 ini, pemerataan distribusi air bersih, dan pengadaan tower telekomunikasi.

Camat Pulau Hiri Rustam Malang yang hadir di tengah massa aksi sempat tampil memberikan penjelasan. Dia bilang, pembangunan dermaga penyeberangan ke Hiri sudah diusulkan dalam Musrenbang 2020.

“Saya sudah mengusulkan pembuatan dermaga dalam Banggar 2020 dan Wali Kota bakal akomodir pembuatan dermaga di tahun ini,” ungkap Rustam.

Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman saat menemui massa aksi. (Tandaseru/Yunita)

Sementara itu, Wali Kota Burhan Abdurahman akhirnya menemui massa aksi di depan kantor.

“Bahwa 10 tahun kita sama-sama sudah membangun Hiri, namun saya mengakui masih banyak yang masih harus diperbaiki,” ucapnya.

“Yang paling penting membangun dermaga, namun perlu diketahui kami sudah membangun, namun masyarakat meminta untuk membangun di Jiko Malamo, sehingga kita bangun di Jiko Malamo,” terangnya.

Burhan berujar, jika semua warga Hiri sudah sepakat membangun dermaga di Sulamadaha maka Pemkot akan segera membangunnya.

“Saya akan memanggil Dinas Perhubungan dan PUPR untuk mengkaji pembangunan dermaga di Sulamadaha tersebut,” tandasnya.