Tandaseru — Penderita penyakit hipertensi di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara pada tahun 2020 tercatat sebanyak 215 penderita. Puskesmas Daruba, Morotai Selatan membuka pelayanan perawatan gratis bagi pasien hipertensi yang mengantongi KTP Pulau Morotai.

Kepala Puskesmas Daruba dr. Adil Makmur saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (8/12) menyampaikan, kasus penyakit hipertensi tahun 2020 mengalami penurunan jika dibandingkan kasus di tahun 2019.

Untuk kasus di tahun 2019 terdapat 289 kasus penderita hipertensi, sementara 2020 terdapat 215 kasus yang terkonfirmasi hingga pada Desember ini.

“Jika dilihat dari tahun 2019 ke 2020 kasus penderita hipertensi mengalami penurunan yang signifikan,” ungkapnya.

Adil bilang, untuk penyakit hipertensi tersebut, rata-rata diderita oleh pengidap dengan usia 35 hingga 70 tahun. Sementara untuk usia muda ketika diterapi bisa kembali ke tensi yang normal.

Namun untuk pengidap dengan usia lanjut mampu bertahan di hipertensi derajat 1.

“Namun di usia lanjut, kalau minum obat teratur hipertensinya masih mampu terkontrol,” jelasnya.

Pengidap hipertensi dianjurkan melakukan kontrol seminggu sekali, agar penderita hipertensi tidak bertambah banyak lagi.

“Sejauh ini Puskesmas Daruba terus intens melakukan edukasi terhadap masyarakat terkait penyakit hipertensi,” tuturnya.

“Penyebab penyakit hipertensi tersebut dikarenakan pola makan yang tidak sehat, seperti makanan dengan garam berlebihan, penyedap rasa dan makanan yang berminyak itu faktor menyebabkan hipertensi meningkat,” tambah dr. Adil.

Ia menambahkan, dua tahun terakhir ini belum ada pasien hipertensi yang meninggal. Selain itu, pasien hipertensi yang memiliki KTP Morotai bakal ditangani hingga sembuh total tanpa pembiayaan.

“Untuk pasien dengan KTP Morotai berobat secara gratis dan ditangani hingga sembuh total,” tandasnya.