Tandaseru — Warga Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mengeluhkan aktivitas truk perusahaan yang mengerjakan proyek water front city (WFC) zona III di Desa Daruba, Kecamatan Morotai Selatan.

Pasalnya, aktivitas truk proyek yang berlalu-lalang mengangkut material timbunan tanah menyebabkan debu bertebaran, mengganggu warga pengguna jalan.

Jalan yang dilintasi truk bermuatan tanah ini pun menyebabkan aspal jalan ikut rusak.

“Kalau material di atas 20 ton pasti jalan aspal rusak, karena truk siang hari pun kerja dalam kota bawa material, jadi posisi aspal panas dan cepat rusak,” keluh salah satu warga bernama Ais, Senin (3/2).

Ia menyebutkan, aktivitas truk proyek PT Labrosco ini pun sudah berlangsung berbulan-bulan lamanya, sehingga warga semakin resah.

“Ini sangat berdampak bagi masyarakat terutama Daruba Pante,” ungkap Ais.

Ia pun berharap agar keluhan warga ini dapat direspon DPRD dan Pemkab Morotai, dengan cara melakukan penertiban.

“Harus ambil tindakan panggil pihak perusahaan agar mobil proyek tidak serta merta gunakan jalan umum yang diakses banyak orang,” tandasnya.

Ardian Sangaji
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter