Tandaseru — Akademisi Universitas Khairun Ternate, Maluku Utara, menggelar pelatihan di SMP 4 Ternate, Jumat (21/7).

Anwar Ismail, dosen Unkhair, mengatakan bahasa merupakan alat komunikasi sebagai bentuk interaksi manusia. Bahasa juga dipandang sebagai cermin kepribadian seseorang karena bahasa diterjemahkan sebagai refleksi rasa, pikiran dan tingkah laku.

“Dalam berkomunikasi, seseorang harus memperhatikan kesantunan dan etika berbahasa sebagai salah satu bentuk kepatuhan pada norma-norma budaya, tidak hanya sekadar menyampaikan ide yang dipikirkan,” jelas Anwar kepada tandaseru.com.

Ia bilang, penanaman nilai-nilai kesantunan dan etika berkomunikasi bisa diawali dari lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Namun pada kenyataanya, khususnya dalam lingkungan sekolah, masih terdapat banyak guru dan siswa belum melakukan komunikasi menggunakan kesantunan dan etika berbahasa.

“Padahal dengan adanya kemampuan berkomunikasi secara santun dan beretika dalam pembelajaran secara tidak langsung akan berpengaruh pada pembentukan karakter siswa. Pengabdian masyarakat sangat penting untuk dilaksanakan dalam bentuk sebuah pelatihan tentang kesantunan dan etika berbahasa bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran di sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Yetty, dosen lainnya, memaparkan kegiatan dengan jumlah partisipan 10 guru dan 10 siswa ini bertujuan memberikan pemahaman perihal kesantunan dan etika berbahasa dalam pembelajaran formal dan informal di sekolah.