Tandaseru — Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, menunda pelaksanaan Festival Marabose yang seyogyanya dilaksanakan pada 3-8 Juli 2023. Festival ditunda hingga 8-12 Agustus 2023.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ali Dano Hasan dalam konferensi pers mengatakan, penundaan ini tak lepas dari hal teknis.

“Waktu dan tempat pelaksanaan adalah pada 8-12 Agustus tahun 2023 yang berlokasi di lapangan Asombang Labuha dengan mengusung tema ‘Traces Of Beauty and Cultural in The Land of Paradise (Jejak Keindahan dan Kejayaan Budaya di Tanah Surga)’. Dan branding Marabose Festival adalah Reborn, Risen and Shining (Terlahir Kembali, Bangkit dan Bersinar),” papar Ali, Senin (26/6).

Tujuan pelaksanaan Marabose Festival 2023 adalah memberikan informasi sejarah dan edukasi sejarah, budaya, kuliner nusantara maupun maritim dan sebagai media promosi pariwisata, budaya dan pengembangan ekonomi kreatif melalui pagelaran budaya dan adat istiadat dalam bentuk napak tilas, seni budaya serta kebersamaan dan kreativitas generasi muda Halmahera Selatan.

“Festival Marabose ini dengan sejumlah rangkaian kegiatan di antaranya launching, opening dan closing ceremony, napak tilas, Kirab Budaya Saruma, Halsel Expo 2023, expo kuliner khas daerah, lomba pentas seni, Bacan Fashion Carnaval, fun dive Tawale dan Manta Point, lomba perahu hias dan mancing tradisional, dan kolaborasi tarian. Marabose Festival 2023 juga akan dimeriahkan oleh artis ibu kota pada closing ceremony,” ucap Ali.

Sekadar diketahui, Festival Marabose atau Marabose Festival adalah sebuah festival yang digagas Kesultanan Bacan dan Pemerintah Halmahera Selatan untuk menghidupkan kembali ingatan generasi masyarakat adat Halmahera Selatan tentang sejarah besar hijrahnya Sultan Muhammad Al Baakir dan Boki Tupowo serta sebagian perangkat adat dari Negeri Dauri Tahane Limau Sigara Dolik Mara Kie Besi Makeang melalui perjalanan kemaritiman.