Tandaseru — Kondisi stadion Gelora Kie Raha (GKR) Ternate, Maluku Utara, kian hari kian memprihatinkan. Rumput stadion botak di sana-sini, sedangkan rumput liar tumbuh subur di sekitar stadion.

Atap tribun bocor, sementara tempat duduknya tampak tak terawat.

Puncaknya, pada Senin (19/6) tengah hari, tembok selatan sepanjang 1,5 meter ambruk usai hujan deras mengguyur kota.

Belakangan terkuak, Pemkot Ternate selama 4 tahun terakhir tak mengalokasikan anggaran sepeser pun untuk pemeliharaan stadion kebanggaan warga Ternate itu. Anehnya, pemkot juga menolak investasi stadion senilai Rp 10 miliar yang ditawarkan PT Malut Maju Sejahtera (MMS), pemilik klub Liga 2 Malut United FC.

Selain berinvestasi terhadap perbaikan dan pengelolaan stadion, PT MMS juga hendak menjadi GKR sebagai homebase Malut United. Itu berarti, seluruh pertandingan kandang Malut United akan dilangsungkan di GKR. Itu berarti, investasi ini juga membuat perputaran ekonomi dirasakan masyarakat kecil dengan adanya event olahraga itu.

Dari nilai investasi PT MMS, Rp 3,4 miliarnya disiapkan untuk pengadaan rumput lapangan berstandar internasional.