Tandaseru — Pemerintah Pulau Morotai, Maluku Utara, terkesan menyembunyikan sumber anggaran yang digunakan untuk studi banding 47 pejabat dan staf ke Kota Batam, Kepulauan Riau.
Studi banding tersebut dilakukan pada 9 April hingga 17 April mendatang. “Pelesir” ini diikuti seluruh Forkopimda, 11 anggota DPRD, dan puluhan pimpinan OPD.
Kepala Bagian Humas dan Kominfo Setda Morotai Takdir Abd Aziz saat dikonfirmasi terkait besaran anggaran yang digunakan untuk perjalanan ini meminta awak media mengonfirmasinya ke Badan Kepegawaian Daerah.
“Ke BKD sebagai teknis. Itu artinya silahkan koordinasi langsung ke teknisnya yah,” ujarnya, Jumat (8/4).
Senada, Kabag Protokoler Setda Pulau Morotai Abdul Karim juga mengarahkan soal anggaran studi banding ke Kepala BKD.
“Saya masih perjalanan ke Ternate. Atau langsung ke Pak Kalbi,” pintanya.
Sedangkan Kepala BKD Kalbi Rasid yang dikonfirmasi justru melemparkan tanggung jawab ke Bagian Humas.
“Tanya di Humas saja,” singkatnya.
Sebelumnya, Wabup Asrun Padoma juga mengaku tak tahu soal besaran dan sumber anggaran yang digunakan dalam agenda tersebut.
“Kalau soal besar anggaran itu saya tidak tahu semua. Kalau ditanya soal anggaran, nanti itu konfirmasi dengan BKD,” ujarnya.
Menurutnya, agenda perjalanan dinas ini hanya sebatas di Batam, bukan ke luar negeri.
“Cuma di Batam. Kalau siapa yang di situ kemudian mau jalan-jalan ke Singapura silakan ke Singapura,” ucapnya.
Asrun menambahkan, studi banding ke Batam ini juga diikuti Forkopimda dan beberapa anggota DPRD.
“Semua Forkopimda, dan bahkan sejumlah anggota DPRD juga yang berangkat dengan agenda yang sama. Jadi besok sudah berangkat, karena berangkatnya satu kali,” pungkasnya.
Berdasarkan rundown kegiatan yang diterima tandaseru.com, rombongan ini akan bertolak dari Ternate ke Jakarta Sabtu hari ini. Studi banding diagendakan berlangsung hingga 17 April mendatang.
Kegiatan yang dilaksanakan di Batam pada Minggu (10/4) di antaranya bertemu Wali Kota Batam, kunjungan lapangan di sejumlah instansi dan makan malam bersama Gubernur Kepri. Sayangnya, rundown yang disebut bersifat tentatif itu tak merinci detail agenda selanjutnya.
Sekadar diketahui, Benny dan Asrun sendiri bakal mengakhiri masa jabatannya pada 22 Mei mendatang.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.