Tandaseru — Kamp milik PT Bangun Utama Mandiri Nusa (BUMN) milik Leni di Desa Marabose, Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara, ludes dilahap si jago merah.
Perusahaan konstruksi tersebut merupakan peninggalan mendiang Lutfi Mahmud, pengusaha yang sempat hendak mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Halsel mendampingi Bahrain Kasuba.
Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Data yang dihimpun tandaseru.com di lapangan, kebakaran terjadi sekira pukul 19.30 WIT, Selasa (24/8). Kebakaran menghanguskan 3 mes yang terdiri atas 26 kamar, 4 gudang logistik yang merupakan 2 gudang logistik suku cadang, 1 gudang BBM dan 1 gudang ban mobil, 11 unit dumptruck, 1 unit tronton, alat mesin eksavator dan 3 unit mobil pikap.
Menurut keterangan saksi Eko Wahyudi (22 tahun) yang juga karyawan perusahaan tersebut, saat karyawan sedang bersiap makan malam, tiba-tiba mendengar teriakan kebakaran oleh karyawan lainnya yang melihat adanya percikan api yang muncul dari barak tengah bagian utara.
“Saya kemudian mendekati pusat kebakaran untuk mengecek dan langsung kembali menyampaikan kepada rekan-rekan yang berada di barak bagian selatan untuk membantu memadamkan api dengan cara menyiram dengan alat seadanya,” jelasnya.
Si jago merah yang mengamuk itu sulit dipadamkan karena kondisi angin sedang kencang. Sementara banyak karyawan berada di lokasi tempat kerja (proyek) sehingga semua barang milik karyawan yang mudah terbakar menyebabkan api semakin membesar.
Penanggungjawab Perusahaan, Franki Loser (46 tahun) menyampaikan, pada saat kejadian dia tidak berada di tempat dan mendapat kabar dari karyawan bahwa telah terjadi kebakaran di barak. Ia pun langsung bergegas menuju ke TKP.
“Saat tiba di TKP kondisi barak karyawan, gudang logistik dan lainnya sudah terbakar habis. Tinggal beberapa kendaraan yang dapat diselamatkan dan digeser eksavator untuk menjauhi titik api,” terangnya.
Menurut keterangan karyawan, sambungnya, api muncul dari atap barak bagian tengah yang tidak ada penghuninya. Api merambat menyambar yang lainnya dengan cepat akibat angin kencang.
“Untuk kerugian akibat kebakaran ini belum tahu pasti karena barang-barang yang terbakar belum didata, namun ditaksir miliaran rupiah,” ungkapnya.
Setelah terjadi kebakaran sekitar 20 menit barulah 1 unit mobil Pemadam Kebakaran milik Pemerintah Daerah Halsel tiba di TKP untuk melakukan pemadaman bersama sejumlah karyawan. 1 unit truk tangki air milik perusahaan juga dikerahkan.
Beruntung, kejadian naas ini tidak memakan korban jiwa. Dugaan sementara dari pihak perusahaan, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.