Tandaseru — Dinas Kesehatan Kota Ternate, Maluku Utara, menolak tabung oksigen sumbangan Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Ternate. Pasalnya, Dinkes merasa tersinggung dengan sikap AMGPM yang mengungkapkan minimnya fasilitas kesehatan di Kecamatan Pulau Batang Dua.

Padahal tabung tersebut telah dikirim menggunakan kapal dan sudah tiba di Batang Dua.

Kepala Dinkes Ternate, Nurbaity Rajabessy yang dikonfirmasi menyatakan, AMGPM tidak seharusnya menyatakan tidak ada fasilitas kesehatan di Puskesmas Batang Dua, termasuk tabung oksigen.

“Ini yang bikin pemerintah kota marah, karena kami sudah kirim oksigen sebanyak 9 tabung,” ungkapnya, Jumat (30/7).

Nurbaity mempersilakan organisasi mana pun menggalang dana untuk bantuan.

“Mau galang dana beli oksigen itu terserah mereka. Namun jangan bilang puskesmas sana tidak ada apa-apa sehingga mereka harus sumbang oksigen, tidak bisa sampaikan seperti itu. Kita ini pemerintah kota mukanya mau taruh dimana?” kesalnya.

“Jadi saya bilang tolak dulu, karena dinas masih bisa pengadaan,” ujar Nurbaity.

Ia mengaku kesal dengan maraknya kabar bahwa puskesmas di Batang Dua tidak punya fasilitas apa-apa.

“Padahal kan kami sudah kirim 9 tabung oksigen, sudah dipakai tinggal 6. Baru mereka ke sana kasih bantuan bilang tidak ada apa-apa, itu bagaimana? Kalau bantu lalu jatuhkan kita mendingan tidak usah. Biar kita bikin sendiri. Tidak boleh seperti itu,” jabarnya.

Sementara Ketua AMGPM, Keegan Lopulalan, saat dikonfirmasi terpisah terkait penolakan tabung oksigen yang disumbangkan ke Kecamatan Batang Dua sejauh ini mengaku belum mendapat informasi.

“Soal penolakan saya belum tahu, karena sumbangannya baru sampai kemarin sore,” jelasnya.

Ia bilang, sumbangan dua tabung oksegen tersebut merupakan hasil pengumpulan koin. Rencananya tabung oksigen disumbangkan ke dua puskesmas, yaitu Mayau dan Tifure.

“Untuk dua tabung oksigen tersebut diberikan ke pengurus AMGPM yang ada di Batang Dua. Namun sejauh ini kita belum dapat informasi sudah dikasih atau belum, karena kendala jaringan sehingga kita belum dapat melakukan komunikasi,” tandas Keegan.