Tandaseru — Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Maluku Utara mengalokasikan anggaran Rp 4 miliar untuk pembangunan talud Sungai Wailau di Kabupaten Kepulauan Sula.
Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Malut Saiful Amin menyatakan, penanganan areal sungai di Maluku Utara sedikit mengalami keterlambatan karena ada perubahan nomenklatur kegiatan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Rencana Pembangunan Penanganan Sungai di Maluku Utara, Dinas PUPR hanya dapat menangani sungai di empat pulau, yakni Pulau Obi Kabupaten Halmahera Selatan, Pulau Mangoli dan Pulau Sulabesi Kabupaten Kepulauan Sula serta, Pulau Taliabu.
Sementara di wilayah lain, menjadi kewenangan Balai Wilayah Sungai.
“Atas dasar Permendagri 90, Dinas PUPR Malut hanya bisa menangani Sungai di empat pulau sehingga untuk tahun ini kita tangani abrasi sungai di Wailau, Kepsul,” ungkapnya, Kamis (29/7).
Saiful menjelaskan, tahapan perencanaan saat ini sudah selesai dilakukan dan dokumennya telah diajukan ke Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Malut untuk ditender.
“Tinggal menunggu proses tender, karena dokumennya sudah disampaikan ke BPBJ untuk proses penayangan paket pekerjaan di LPSE,” jelasnya.
Sesuai arahan Gubernur, sambungnya, Bidang SDA PUPR tetap menampung usulan masyarakat di luar empat pulau. Usulan itu akan dikoordinasikan dengan pihak Balai dalam rangka pembangunan talud wilayah sungai.
“Jadi Pak Gubernur sudah mengarahkan agar kita tetap terima usulan masyarakat di luar empat pulau, sehingga dari usulan itu kita koordinasikan dengan pihak Balai,” terangnya.
Saiful menegaskan, pekerjaan yang dilakukan Bidang SDA mengedepankan sisi kualitas. Sebab ketika pekerjaan dimulai, terkadang masyarakat mengajukan permintaan agar talud dibuat melewati volume, namun SDA tetap mengerjakan sesuai volume karena yang dikejar adalah sisi kualitas pekerjaan.
“Jadi misalnya pekerjaan talud dengan volume 100 meter namun warga meminta agar dibangun 150 meter, makanya kita tetap bersandar pada sisi volume, karena kalau penambahan volume maka kualitas pekerjaan menurun,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.