Tandaseru — Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, mengakibatkan terjadinya bencana banjir di sejumlah titik.
Hujan diketahui mengguyur Morotai sejak Senin (17/5) pukul 23.30 WIT hingga menyebabkan terjadinya luapan air sungai di empat kecamatan.

Pantauan tandaseru.com, luapan air sungai terjadi di Kecamatan Morotai Selatan, Morotai Timur, Morotai Utara, dan Morotai Jaya. Banjir menyebabkan aktivitas warga menjadi terhambat.
Luapan Sungai Poporoco SP3 menyebabkan akses jalan menuju RSUD dan SP3 Pulau Morotai tidak bisa dilewati.

Luapan sungai tersebut mengakibatkan 1 rumah kebun dan lahan tani seluas kurang lebih 1 hektare terendam banjir di Desa Dehegila, Kecamatan Morotai Delatan.
“Banjir tadi ini. Hujan sampai sekarang belum berhenti dari tadi malam, hujan kuat sekali. Tadi pagi saya pulang dinas malam masih bisa lewat. Terus sekitar siang baru banjir keluar ke jalan,” ungkap Isda, salah satu tenaga medis RSUD Morotai.
“Ada teman lain tidak bisa pulang. Air sudah sampai jembatan, motor terpaksa ditinggal di rumah sakit,” sambungnya.
Data yang dihimpun tandaseru.com, desa yang tergenang air tersebar di empat kecamatan tersebut.
Yakni Desa Muhajirin (Morotai Selatan), Desa Lusuo (Morotai Utara), Desa Rahmat (Morotai Timur), dan Desa Mira (Mortim) di mana akses jalan utama yang menghubungkan Desa Mira dan Desa Sangowo terputus dan tidak bisa dilewati.
Banjir juga terjadi di Desa Wewemo (Mortim), di mana sekitar 10 rumah warga terendam genangan air setinggi lutut orang dewasa.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Morotai, Muslim Jumati yang dikonfirmasi mengaku belum dapat memberikan keterangan. Pasalnya, ia masih berada di lokasi bencana alam.
“Sementara masih turun di lokasi-lokasi titik bencana dan sebentar baru memberikan keterangan. Saat ini kami sementara berada di lokasi Morotai Timur, Morotai Selatan, Morotai Utara, dan Morotai Jaya,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.