Tandaseru — Penemuan uang palsu di Maluku Utara mengalami penurunan sepanjang tahun 2019-2020.
Berdasarkan data Bank Indonesia Perwakilan Malut, pada tahun 2019 temuan uang palsu yang beredar di Malut sebanyak 49 lembar pecahan Rp 100 ribu dan 18 lembar pecahan Rp 50 ribu.
Sedangkan pada 2020, uang palsu yang ditemukan sebanyak 37 lembar pecahan Rp 100 ribu dan 9 lembar pecahan Rp 50 ribu.
“Jadi saat ini tren uang palsu semakin menurun dikarenakan kualitas uang semakin bagus dan ciri-ciri keaslian uang ini sidah bisa diketahui oleh masyarakat,” ungkap Kepala Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara, Jeffri Dwi Putra, Selasa (13/4).
Jeffri bilang, semakin baik kualitas uang maka orang bakal sulit untuk menirunya.
“Karena itu untuk dua tahun terakhir uang palsu sudah semakin berkurang,” ujarnya.
Ia berharap ke depan tidak ada lagi peredaran uang palsu. Masyarakat juga sudah seharusnya mengetahu cara memperlakukan uang dengan baik dan cara mengenali keaslian uang rupiah.
“Untuk mengetahui keaslian uang rupiah, caranya adalah dengan dilihat, diraba dan diterawang,” pungkas Jeffri.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.