Tandaseru — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mengimbau seluruh nelayan di Morotai agar tidak melaut dulu untuk sementara waktu.

Ini mengingat kondisi cuaca ekstrem belakangan ini yang ditandai salah satunya dengan gelombang tinggi.

“Kita semua mengacu pada informasi, termasuk informasi dari BMKG Provinsi, kami saling koordinasi. Masyarakat harus hati-hati, terutama yang nelayan. Kalau memang bisa untuk sementara istrahat dulu sambil menunggu cuaca ekstrem membaik,” kata Kepala BPBD Pulau Morotai, Muslim, kepada tandaseru.com, Sabtu (20/2).

“Diharapkan kepada masyarakat nelayan ya, tolong dengar imbauan dan tetap bersabar. Dengan cuaca ekstrem ini agar masyarakat dan khususnya nelayan tetap berhati-hati,” tegasnya.

Muslim juga meminta warga yang hendak menyeberangi lautan agar mengikuti petunjuk Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Morotai.

“Terus masyarakat yang mau keluar daerah harus mengikuti petunjuk dari KPLP Morotai. Kalau memang ada pencegahan dan pelarangan, jangan memaksakan diri karena adanya cuaca ekstrem ini,” pintanya.

Selama berlangsungnya cuaca ekstrem, Muslim bilang BPBD siaga memantau sejumlah lokasi rawan bencana.

“Jadi teman-teman di BPBD juga semua sudah standby di lokasi, melihat dan memantau kondisi-kondisi yang ada,” katanya.

“Kita juga ada forum koordinasi dengan camat dan kepala desa untuk menyampaikan informasi yang lebih efektif dan supaya ketika terjadi masalah langsung ditindaklanjuti,” tandas Muslim.

Berdasarkan update peringatan dini cuaca ekstrem Provinsi Maluku Utara pada 20 Februari 2021, masih berpotensi terjadi hujan sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Ibu, Kedi, Morotai, Kao, Malifut, Jailolo, Waijoi serta dapat meluas ke wilayah Mangole, Wasile, Hiri, Ternate, Sofifi, Oba, Sidangoli dan sekitarnya.