Tandaseru — Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba meminta dukungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan atas usulan penetapan lokasi Bandar Udara Loleo. Rencananya, bandara tersebut akan dibangun di daratan Oba, Kota Tikep.

Permintaan dukungan dilakukan Gubernur dengan melayangkan surat Nomor 553/142/G tertanggal 25 Januari 2021. Isi surat tersebut menjelaskan, menindaklanjuti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, maka diminta adanya surat dukungan untuk kelengkapan persyaratan administrasi usulan penetapan lokasi Bandar Udara Loleo, Kecamatan Oba dari Wali Kota Tidore Kepulauan.

Kepala Dinas Perhubungan Malut Armin Zakaria mengatakan, permintaan dukungan dari Gubernur kepada Wali Kota Tikep dalam rangka memenuhi persyaratan administrasi sebelum diusulkan ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan RI di Jakarta.

“Bandara udara dimaksud berada pada koordinat geografis BM (X=337792,1296 : Y= 60297,136) terletak di Desa Loleo, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara,” ujar Armin saat dihubungi tandaseru.com, Jumat (29/1).

Armin bilang, tujuan pembangunan bandar udara adalah untuk mendukung percepatan infrastruktur transportasi penunjang pembangunan Kota Sofifi dan Kawasan Industri Weda Bay yang masuk dalam proyek strategi nasional (PSN) sesuai Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 tentang Percepatan PSN di Kawasan Industri.

“Insya Allah jika rencana ini berjalan sesuai harapan maka akan membuka akses moda transportasi udara dari dan ke di wilayah 3T, pariwisata dan Kawasan Industri Teluk Weda,” ungkapnya mengutip surat usulan tersebut.

Selain itu, lanjut Armin, juga mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi dan konektivitas antarwilayah dalam rangka mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah.

“Kelengkapan dokumen yang dibutuhkan dari Pemerintah Kota Tikep berupa rekomendasi Wali Kota tentang persetujuan rencana lokasi Bandar Udara Loleo, surat pernyataan kesanggupan penyediaan lahan untuk pembangunan bandara, surat kesanggupan untuk mengamankan dan mengendalikan tata guna lahan sekitar bandar udara,” tandasnya.