Ketindihan, Diintai Hiu hingga Bingung Kehabisan Rokok
______
Tandaseru — Waldus Lahea (41 tahun), warga Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, tak akan pernah melupakan Pulau Morotai, Maluku Utara, seumur hidupnya. Di perairan Morotai lah ia diselamatkan dua nelayan setelah terombang-ambing di laut selama sebulan.
Ditemui tandaseru.com di rumah salah satu pendeta di Desa Yayasan, Kecamatan Morotai Selatan, Rabu (27/1), Waldus sudah jauh lebih bugar dibandingkan saat pertama kali ditemukan Minggu (24/1) lalu.
Waldus bilang, ia hanyut saat menjaga rumpon milik majikannya di antara perairan Sangihe dengan Pulau Doi, Halmahera Utara. Saat itu tanggal 25 Desember 2020.

“Sekitar jam 9 malam, tali rumpon saya putus. Tali 24 inci itu putus di tengah sekitar jam 9 malam tanggal 25 Desember. Satu tali warna kuning buat penahan rakit yang putus karena tali sudah terlalu tua, dan saat itu cuaca laut buruk, terus angin kencang dan ombaknya sekitar dua meter setengah sehingga dia pukul rakit saya akhirnya tali putus. Jarak rakit ke pulau 24 mil,” kisahnya.
Saat itu, Waldus sempat menghubungi rekan-rekannya penjaga rumpon lain menggunakan handy-talky (HT). Ia berharap kabar soal rumpon bisa disampaikan ke bosnya.
Sayang, cuaca buruk membuat upaya berkomunikasi tak terhubung.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.