Tandaseru – Dinas Perikanan Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, bersama DPD Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Halsel resmi menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan program Agromaritim. Kolaborasi ini bertujuan mengintegrasikan potensi kelautan, pertanian, dan ekonomi pesisir demi mendongkrak kesejahteraan nelayan di wilayah tersebut.

Program Agromaritim diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru di Halmahera Selatan, mengingat luasnya wilayah laut dan melimpahnya sumber daya perikanan tangkap maupun budidaya di daerah tersebut.

HMNI Sebagai Mitra Strategis

Ketua DPD HMNI Halsel Nindon Matoro menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi jembatan aspirasi bagi para nelayan tradisional dan pembudidaya ikan. HMNI berkomitmen mengawal program ini agar kebijakan yang diambil pemerintah daerah benar-benar menyentuh kebutuhan akar rumput.

“Kami siap berperan aktif mulai dari sosialisasi, pendampingan kelompok, hingga pengawasan di lapangan agar program Agromaritim berjalan transparan dan tepat sasaran,” tegasnya.

Fokus pada Akses BBM dan Alat Tangkap

Merespons dukungan tersebut, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Halmahera Selatan memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah HMNI. Dinas Perikanan menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dalam memperkuat sarana dan prasarana penunjang, antara lain:

• Peningkatan akses BBM bersubsidi bagi nelayan.

• Pemberian bantuan alat tangkap ramah lingkungan.

• Pengembangan kampung nelayan dan budidaya perikanan terpadu.

• Penguatan ekonomi kreatif berbasis hasil laut.

Mendorong Kemandirian Ekonomi

Sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi nelayan ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan menurunkan angka kemiskinan di wilayah pesisir. Keberhasilan konsep Agromaritim dinilai sangat bergantung pada kerja sama lintas sektor, termasuk peran pemerintah desa dan pemangku kepentingan lainnya.

Dengan keterbukaan dan komitmen yang kuat, program ini diharapkan dapat membawa Halmahera Selatan menjadi daerah yang maju dan mandiri berbasis potensi kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter